(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan emas masih menarik investor global dengan harga lanjut naik untuk hari kedua berturut-turut di tengah penurunan imbal hasil obligasi AS.
Harga emas mempertahankan bias yang agak positif menjelang sesi Eropa pada hari ini, meskipun masih tidak jauh dari terendah mingguan yang dicapai pada hari sebelumnya.
Harga emas secara teknikal bergerak terbatas diatas ambang pivot dan berusaha mendekati posisi resisten kuat hariannya.
Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun lebih jauh dari level tertinggi satu bulan yang dicapai minggu lalu karena data PDB AS meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga di bulan Maret.
Data PDB AS periode Q4-2023 menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,3%, mengalahkan perkiraan tumbuh sebesar 2,0%.
Selain itu data Indeks Harga PCE inti tidak berubah selama periode September-Desember, menunjukkan bahwa tekanan inflasi mulai berkurang.
Kedua data ini memvalidasi pandangan bahwa negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini kemungkinan besar akan terhindar dari resesi.
Kenaikan harga emas juga dipicu oleh kuatnya sentimen safe seperti perang Israel-Hamas dapat memicu konflik regional yang lebih luas, selain itu ekonomi global akan melemah pada tahun 2024.
Harga emas spot kini berada di kisaran 2022,06 atau naik 0,16%, untuk harga emas comex kontrak berjangka bulan Februari 2024 naik 0,24% menjadi 2022,70.
Untuk pergerakan harga selanjutnya secara teknikal, masih terus positif dan akan menembus resisten kuat pada kisaran 2028, 40 – 2035.
Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, harga akan turun menuju pivot di 2018,94 dan jika tembus akan meluncur ke support kuat hariannya di 2011,34.



