(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS pada hari Kamis berakhir turun mengikuti kemerosotan imbal hasil Treasury AS.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,48% pada 103,03.
Dolar AS pada Kamis awalnya bergerak naik karena adanya carryover positif dari Rabu sore ketika Ketua Fed Powel mengatakan dia tidak berpikir ada kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret.
Namun Dolar AS berbalik melemah setelah anjloknya imbal hasil Treasury AS memicu beberapa aksi jual dolar. Dolar juga terbebani oleh laporan ekonomi AS yang positif terhadap Fed mengenai klaim pengangguran mingguan dan produktivitas non-pertanian Q4.
Berita ekonomi AS pada hari Kamis beragam untuk dolar. Di sisi bearish, klaim pengangguran awal mingguan secara tak terduga naik +9.000 ke level tertinggi 2-1/2 bulan di 224.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih lemah dibandingkan ekspektasi penurunan ke 212.000. Selain itu, produktivitas non-pertanian pada kuartal keempat naik +3,2%, lebih kuat dari ekspektasi sebesar +2,5%.
Sebaliknya, indeks manufaktur ISM bulan Januari secara tak terduga naik +2,0 ke level tertinggi dalam 15 bulan di 49,1, lebih kuat dari ekspektasi penurunan ke 47,2. Selain itu, belanja konstruksi bulan Desember naik +0,9% bulan/bulan, lebih kuat dari ekspektasi +0,5% bulan/bulan.
Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar -25bp sebesar 40% pada pertemuan FOMC tanggal 19-20 Maret dan telah sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga sebesar -25bp pada pertemuan berikutnya pada tanggal 30 April-1 Mei.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak stabil menantikan laporan Non Fam Payrolls dan Unemployment Rate Januari AS malam nanti. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 103,55-104,08. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 102,76-102,50.



