(Vibiznews-Forex) – Pair EURUSD di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin 9 September 2024 semakin tertekan menuju kisaran terendah 3 pekan lebih.
Secara teknikal pair EURUSD bergerak bearish di bawah garis pivot harian hingga sudah menembus posisi support kuat hariannya di tengah penguatan dolar AS.
Pelemahan euro terhadap dolar AS dalam pair EURUSD dan juga terhadap rival utama lainnya oleh kehati-hatian jelang keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis.
ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga lagi sebesar 25 basis poin dan akan menjadi keputusan suku bunga dovish kedua oleh ECB dalam siklus pelonggaran kebijakan saat ini.
Ekonomi Jerman telah mengalami resesi teknis, mengingat pertumbuhan negara tersebut mengalami kontraksi pada Q2-2024 dan prospek suram untuk kuartal ketiga.
Sementara itu, para pembuat kebijakan ECB juga telah mengakui melemahnya ekonomi Jerman dan melihat lebih banyak pemotongan suku bunga di sisa tahun ini.
Dari sisi dolar AS, indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap rival utamanya di pasar Eropa sedang melemah setelah turun 2 hari.
Daya tarik Dolar AS melemah setelah data Lowongan Kerja JOLTS Amerika Serikat (AS) untuk bulan Juli dan data Ketenagakerjaan ADP untuk bulan Agustus, yang memperdalam kekhawatiran akan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD berpotensi lemah dari skala H4.
Kini pair berada di posisi 1.1042 yang turun menuju pivot di 1.1020, jika tembus meluncur ke posisi support lemahnya di 1.1017.
Namun jika koreksi akan mendaki ke 1.1090 dan jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.1138.



