(Vibiznews – Commodity) Harga emas jatuh ke level terendah 3 minggu dan berakhir turun terbebani penguatan dolar AS.
Harga emas spot ditutup turun 0,65% pada $2.858,48 per ons.
Harga emas berjangka AS ditutup turun 1,64% pada $2.848,5.
Reli indeks dolar Jumat ke level tertinggi 2 minggu pada akhir pekan menekan harga emas.
Selain itu, meredanya ekspektasi inflasi di Zona Euro mengekang permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi setelah ekspektasi CPI Januari ECB lebih lemah dari yang diharapkan.
Kerugian emas dibatasi setelah harga inti PCE AS bulan Januari yang sesuai dengan perkiraan pada hari Jumat, yang memperkuat ekspektasi agar Fed terus memangkas suku bunga.
Selain itu, permintaan safe haven untuk logam mulia meningkat setelah Presiden Trump menegaskan pada hari Kamis bahwa tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko akan mulai berlaku minggu depan.
Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Februari yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Namun jika malam nanti data ISM Manufacturing PMI AS bulan Februari terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $2.882-$2.915. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $2.830-$2.811.



