Nikkei Sepekan Alami Kerugian Terbesar dalam 5 Tahun, Akhir Pekan Lanjutkan Pelemahan

458
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang memperpanjang kerugian sebelumnya  pada perdagangan hari Jumat (4/4/2025) mengikuti aksi jual semalam di bursa Wall Street.

Indeks harian Nikkei dan Topix sama-sama ditutup anjlok ke posisi terendah dalam 8 bulan dengan tekanan jual paling besar dialami saham keuangan.

Dimana sentimen dibebani oleh penetapan tarif cukup tinggi bagi barang-barang Jepang.

Presiden Trump mengenakan tarif 24% pada barang-barang Jepang, di samping pungutan 25% pada impor mobil yang memberikan pukulan berat  terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada ekspor, khususnya sektor otomotifnya.

Indeks harian Nikkei ditutup anjlok 2% hingga  34.000, namun indeks Topix turun 3,4% menjadi 2.482,06.

Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2025 turun 2,54% pada posisi 34850.

Secara mingguan , indeks Nikkei alami kerugian mingguan terbesar sejak Maret pertama tahun 2020. Pekan ini Nikkei anjlok hingga 9,40%, setelah pekan lalu juga alami kerugian.

Saham keuangan memimpin penurunan, dengan penurunan tajam dari Mitsubishi UFJ (-8,3%), Sumitomo Mitsui (-7,5%), dan Mizuho Financial (-9,3%).

Saham perusahaan otomotif, teknologi, dan ritel besar juga menghadapi tekanan jual yang besar.