(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang memperpanjang kerugian sebelumnya pada perdagangan hari Jumat (4/4/2025) mengikuti aksi jual semalam di bursa Wall Street.
Indeks harian Nikkei dan Topix sama-sama ditutup anjlok ke posisi terendah dalam 8 bulan dengan tekanan jual paling besar dialami saham keuangan.
Dimana sentimen dibebani oleh penetapan tarif cukup tinggi bagi barang-barang Jepang.
Presiden Trump mengenakan tarif 24% pada barang-barang Jepang, di samping pungutan 25% pada impor mobil yang memberikan pukulan berat terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada ekspor, khususnya sektor otomotifnya.
Indeks harian Nikkei ditutup anjlok 2% hingga 34.000, namun indeks Topix turun 3,4% menjadi 2.482,06.
Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2025 turun 2,54% pada posisi 34850.
Secara mingguan , indeks Nikkei alami kerugian mingguan terbesar sejak Maret pertama tahun 2020. Pekan ini Nikkei anjlok hingga 9,40%, setelah pekan lalu juga alami kerugian.
Saham keuangan memimpin penurunan, dengan penurunan tajam dari Mitsubishi UFJ (-8,3%), Sumitomo Mitsui (-7,5%), dan Mizuho Financial (-9,3%).
Saham perusahaan otomotif, teknologi, dan ritel besar juga menghadapi tekanan jual yang besar.



