(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,17% pada 1.1778, namun menuju penurunan tipis secara mingguan terpicu penguatan dolar AS.
Pada hari sebelumnya pasangan mata uang EUR/USD pada hari Kamis turun karena penguatan dolar. Euro juga melemah karena pejabat ECB pada pertemuan bulan Juni menyatakan kekhawatiran tentang penguatan euro, yang bersifat dovish untuk kebijakan ECB. ECB juga menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi Zona Euro karena ketidakpastian perdagangan.
Namun pergerakan Euro dibayangi sentimen positif bagi Euro dengan ketidakpastian perdagangan AS dengan negara-negara mitra dagangnya membebani dolar AS.
Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara yang menguraikan berbagai tingkat tarif yang akan mereka hadapi atas barang yang mereka ekspor ke Amerika Serikat, dengan tawaran “terima atau tinggalkan” yang akan dikirimkan pada hari Senin.
Trump, yang berbicara kepada wartawan di atas Air Force One saat ia melakukan perjalanan ke New Jersey, menolak menyebutkan nama negara yang terlibat, dengan mengatakan bahwa hal itu akan diumumkan kepada publik pada hari Senin.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pasangan mata uang EUR/USD akan bergerak naik jika dolar AS melemah dengan ketidakpastian perdagangan AS dan negara-negara mitra dagangnya. Rencana pengumuman surat penawaran perdagangan kepada sekitar 12 negara pada hari Senin juga mencerminkan ketidakpastian perdagangan, karena akan menunggu respon dari negara yang akan diberikan surat perdagangan tersebut. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1792-1.1806. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1759-1.1740.



