(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (16/7), terpantau menguat signifikan 83,323 poin (1,16%) ke level 7.275,341 setelah dibuka naik ke level 7.257,054.
IHSG bergerak rally di hari kesembilannya ke level 6 bulan tertingginya, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di antara pernyataan Trump yang tidak berniat memecat Powell the Fed, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,28% atau 45 poin ke level Rp 16.315, dengan dollar AS di pasar uang Asia menguat setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; mendekati sekitar 3,5 minggu tertingginya setelah Trump menyatakan tidak berencana memecat Powell.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.270, serta terpantau tertekan di hari keempat ke level 3 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 65,036 poin (0,90%) ke level 7.257,054. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,250 poin (0,42%) ke level 782,550. Siang ini IHSG menguat 83,323 poin (1,16%) ke level 7.275,341. Sementara LQ45 terlihat naik 0,52% atau 4,040 poin ke level 783,340.
Tercatat saat ini sebanyak 341 saham naik, 211 saham turun dan 246 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,20%, dan Hang Seng yang menanjak 0,19%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke 6 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed menguat di antara pernyataan Trump yang tidak berniat memecat Powell the Fed.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan di zona hijau mengurangi gain-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.324 dan 7.400. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,026 dan bila tembus ke level 6.838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



