Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat ke Jumlah Tertinggi 4 Minggu

437
kedelai, ekspor, harga

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai naik pada hari Kamis setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan, ekspor kedelai naik ke jumlah tertinggi dalam 4 minggu.  

Harga kedelai Agustus di CBOT naik 10.25 sen menjadi $9.7175 per bushel 

Perkiraan cuaca 7 hari ke depan hujan deras turun dengan curah hujan 1 – 3 inchi di daerah pertanian kedelai AS pada minggu depan. 

Laporan Penjualan Ekspor Mingguan 

  • Penjualan kedelai pada minggu ini sampai 31 Juli sebesar 467,843 MT.  Jumlah tertinggi 4 minggu dan naik 43.8% dari tahun lalu pada minggu yang sama. 
  • Negara pembeli terbesar Taiwan 150,400 MT kemudian Belanda 119,700 MT. 
  • Penjualan kedelai 2025/26 sebesar 545,010 MT, jumlah  tertinggi pada tahun marketing ini untuk kedelai 2025/26 
  • Pembeli terbesar negara yang tidak dikenal 254,300 MT kemudian Mesir 106,000 MT. 
  • Penjualan  Soymeal sebesar 281,761 MT masih dalam range perkiraan 100,000 – 400,000 MT . Untuk soymeal tahun 2024/25 sebesar 169,393 MT dan 112,368 MT untuk soymeal 2025/26. 
  • Penjualan minyak kedelai sebesar 7,039 MT masih dalam range perkiraan 0 – 13,000 MT. 

ANEC memperkirakan ekspor kedelai Brazil Agustus sebesar 8.15 MMT, dinaikkan dari perkiraan 7.98 MMT di tahun lalu.   

Brazil Trade Ministry mengatakan ekspor kedelai Brazil Juli sebesar 12.257 MMT merupakan rekor bulan ini. Naik 8.95% diatas tahun lalu tapi turun 8.67% dari bulan Juni. 

Impor kedelai Cina selama bulan Juli sebesar 11.67 MMT dari berbagai negara, merupakan rekor bulan ini tapi turun dari 12.26 MMT di bulan Juni.  

Cina membeli soymeal dari Argentina dengan pengiriman beberapa kargo, namun masih  memberikan berita ke AS bahwa “Cina tidak dapat menemukan cara untuk memenuhi kebutuhannya tanpa membeli kedelai AS” 

Ketidak pastian akan perdagangan AS  – Cina dimasa depan, semakin mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global, dan kontribusinya untuk perluasan pasar di tanaman pertanian dan perkebunan 

 Kenaikan tariff dikenakan AS kepada India karena tidak menghentikan pembelian minyak mentah Rusia. Presiden AS menaikkan tarif 25% menjadi 50% kepada India mulai 27 Agustus jika masih terus impor minyak mentah dari Rusia. 

India adalah pengimpor minyak nabati terbesar dengan kenaikan tarif impor ini akan berdampak pada harga minyak kedelai global, walaupun India tidak membeli minyak kedelai dari AS langsung 

https://vibiznews.com/index.php/2025/08/07/tarif-global-trump-resmi-berlaku-dampak-dan-dinamika-baru-perdagangan-dunia/ 

Analisa tehnikal untuk Kedelai di CBOT: 

Support pertama di $9.56 berikut ke $ 9.32 

Resistance pertama di $9.85 berikut ke $10.04 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting