(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik tipis pada hari Kamis terdukung harapan berakhirnya perang Rusia-Ukraina dan kenaikan data perdagangan Jerman.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik tipis 0,06% pada 1.1667.
Euro menguat di tengah harapan berakhirnya perang Rusia-Ukraina, dengan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa hari ke depan untuk membahas penyelesaian konflik.
Demikian juga data perdagangan Jerman yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Kamis juga mendukung Euro.
Data perdagangan Jerman lebih baik dari perkiraan karena ekspor Jerman bulan Juni naik +0,8% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,4% m/m. Selain itu, impor bulan Juni naik +4,2% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,8% m/m dan merupakan kenaikan terbesar dalam 5 bulan.
Namun kenaikan Euro dibatas data produksi industri Jerman yang lebih lemah dari perkiraan.
Produksi industri Jerman bulan Juni turun -1,9% m/m, lebih lemah dari ekspektasi -0,5% m/m dan merupakan penurunan terbesar dalam 11 bulan.
Demikian juga penguatan dolar AS membebani euro.
Euro juga melemah karena kekhawatiran bahwa kebijakan tarif Presiden Trump akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Zona Euro.
Swap memperkirakan peluang 12% penurunan suku bunga -25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan 11 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut menguat, akan menekan Euro. Mata uang Euro juga dapat bergerak turun dengan kekhawatiran tarif baru AS dapat menekan ekonomi zona Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1619-1.1571. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1707-1.1747.



