(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Selasa terdorong pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,09% pada 1.1815.
Euro mencatatkan penguatan moderat pada hari Selasa, didorong oleh pelemahan dolar AS.
Dukungan bagi Euro juga diperoleh setelah PMI komposit S&P Zona Euro bulan September tumbuh pada laju terkuatnya dalam 16 bulan.
PMI komposit S&P bulan September naik +0,2 menjadi 51,2, lebih kuat dari ekspektasi 51,1 dan laju ekspansi terkuat dalam 16 bulan.
Euro juga mendapat dukungan dari divergensi bank sentral, karena pasar memandang ECB sebagian besar telah menyelesaikan siklus pemangkasan suku bunganya, sementara The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sekitar dua kali lagi pada akhir tahun ini.
Namun penguatan Euro dibatasi data PMI manufaktur S&P Zona Euro bulan September turun lebih dari yang diperkirakan.
PMI manufaktur S&P bulan September Zona Euro turun -1,2 menjadi 49,5, lebih lemah dari ekspektasi tidak ada perubahan di angka 50,7.
Swap memperkirakan peluang 1% penurunan suku bunga -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan 30 Oktober.
Sore nanti akan dirilis data Ifo Business Climate Jerman bulan September yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berbalik menguat, akan menekan Euro. Namun jika sore nanti data Ifo Business Climate September Jerman terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1790-1.1765. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1830-1.1845.



