Forex USDJPY 7 Januari 2026: Yen Tertekan Lemahnya Sentimen Safe Haven

161

(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY bergerak lemah  pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (7/1/2026) di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.

Yen Jepang melemah terhadap dolar AS karena dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada akhir pekan lalu hanya berlangsung singkat, sehingga melemahkan mata uang safe-haven tersebut.

AS melakukan serangan militer skala besar terhadap Venezuela pada hari Sabtu. Meskipun demikian, pasar sebagian besar mengabaikan peristiwa di Venezuela, setelah serangan AS menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.

Menurunnya permintaan aset safe-haven menekan Yen Jepang dan menciptakan dorongan bagi pasangan mata uang tersebut.

Selain itu, ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) berikutnya juga memberikan tekanan jual pada yen.

Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan pada hari Senin bahwa kenaikan suku bunga akan berlanjut jika tren ekonomi dan harga selaras dengan perkiraan bank sentral tentang siklus inflasi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, komentar dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed) dapat melemahkan dolar selanjutnya. Gubernur Fed Stephen Miran, yang masa jabatannya berakhir pada akhir Januari, mencatat pada hari Selasa bahwa bank sentral AS perlu memangkas suku bunga secara agresif tahun ini untuk menjaga perekonomian tetap berjalan.

Secara teknikal pair USDJPY bergerak turun mendekati resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan tembus posisi resisten lemahnya.

Pair kini berada di posisi 156,79 yang naik menuju  156,86, jika tembus  lanjut ke resisten lemahnya di R2.  

Namun jika pair tidak sampai menembus 156.90, berpotensi balik meluncur menuju posisi 156,55, jika tembus lanjut  ke support kuatnya di S1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
157.52 157.15 156.86 156.51 156.24 155.88 155.60