(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit berjangka naik 2% pada hari Jumat dan membukukan kenaikan minggu ke dua, didukung menguatnya harga minyak kedelai mengikuti rencana AS untuk memutuskan kuota biofuel.
Harga minyak sawit April di the Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 81 ringgit, atau 2.03% menjadi 4,071 ringgit ($1,003.95) per MT.
Harga minyak sawit mingguan naik 0.87% pada minggu ini.
Harga minyak sawit naik karena minyak kedelai naik setelah berita dari Administrasi AS akan mengumumkan kuota biofuel 2026 pada bulan Maret tahun ini sehingga meningkatkan permintaan dari biofuel minyak kedelai.
Rencana AS untuk mempertahankan kuota biofuel mendekati proposal awal yang akan menaikkan total volume campuran biofuel dari level di 2025, sementara rencana untuk impor minyak terbarukan dan persediaan sesuai dengan rencana .
Harga minyak kedelai di Dalian Commodity naik 0.63% sementara harga minyak sawit menguat 0.58% .
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0.49%.
Cargo Surveyor memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 – 15 Januari naik antara 17.5% -18.6% dari bulan lalu.
Ringgit melemah 0.7% terhadap dolar, harga komoditas Malaysi lebih murah apabila dibeli dengan mata uang lain selain ringgit.
Harga minyak mentah naik berkurangnya kekhawatiran akan risiko kekurangan pasokan walaupun perubahan serangan AS ke Iran sudah berkurang
Harga minyak mentah naik menyebabkan permintaan akan biodiesel meningkat.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit Malaysia
Support pertama di 3,880 ringgit berikut ke 3,760 ringgit
Resistance pertama di 4,130 ringgit berikut ke 4,200 ringgit
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



