IHSG Kamis Ditutup Melemah 1% ke Level 8.232; Koreksi Terpangkas, pada 2,5 Bulan Terendahnya

113
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (29/1), terpantau melemah 88,355 poin (1,06%) ke level 8.232,201 setelah dibuka turun ke level 8.041,034.

IHSG bergerak fluktuatif kuat dari koreksi tajam di 4,5 bulan ke 2,5 bulan terendahnya, mengalami trading halt oleh MSCI yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan emas cetak rekor baru, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir bias menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini berbalik melemah 0,42% atau 70 poin ke level Rp 16.770, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah merangkak naik di sesi global sebelumnya; dekat dengan area 4 tahun terendahnya dan sempat rebound setelah Menkeu AS menyatakan tidak akan intervensi pasar.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.700, serta terpantau terkoreksi dari bullish 6 hari pada level 3 minggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 272,522 poin (3,36%) ke level 8.041,034. Sedangkan indeks LQ45 turun 27,440 poin (3,38%) ke level 785,100. Siang ini IHSG tergerus tajam 492,086 poin (5,91%) ke level 7.828,470. Sementara LQ45 terlihat turun 5,21% atau 42,330 poin ke level 770,210.

IHSG kemudian berupaya rebound mengurangi loss dan ditutup melemah 88,355 poin (1,06%) ke level 8.232,201. Sementara LQ45 terlihat naik 0,06% atau 0,480 poin ke level 813,020. Tercatat saat ini sebanyak 214 saham naik, 521 saham turun dan 73 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,03%, dan Hang Seng yang naik 0,51%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut terkoreksi fluktuatif tajam ke 2,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan emas cetak rekor baru.

Berikutnya IHSG kemungkinan mulai mencari timing rebound bertahap, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group