(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir anjlok pada hari Jumat, dengan perak berjangka kontrak Maret 2026 merosot ke level terendah 3 minggu tertekan penguatan dolar AS.
Harga perak spot ditutup anjlok 26,11% pada $85,30
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 ditutup anjlok 31,37% pada $78,53.
Dolar AS menguat setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat yang telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed yang memicu kenaikan dolar AS.
Warsh adalah salah satu kandidat yang lebih agresif untuk posisi Ketua Fed dan dipandang kurang mendukung pemotongan suku bunga yang dalam.
Harga perak juga mengalami penurunan pada hari Jumat setelah Presiden Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa ia telah mencapai kesepakatan sementara dengan Demokrat Senat untuk mencegah penutupan pemerintah AS, mengurangi permintaan safe-haven untuk logam mulia.
Selain itu, berita hari Jumat yang menunjukkan harga produsen AS untuk pengiriman Desember naik lebih dari yang diperkirakan merupakan sinyal agresif bagi kebijakan Fed dan sinyal negatif bagi logam mulia.
Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Januari AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Namun jika ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina meningkat, akan menguatkan harga perak. Juga dapat naik jika terjadi aksi bargain hunting memanfaatkan harga perak yang anjlok. Jika malam nanti data ISM Manufacturing PMI Januari AS terealisir menurun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga perak. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $62,20-$45,88. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $106,65-$134,78.



