(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (2/2), terpantau tergerus tajam 442,442 poin (5,31%) ke level 7.887,164 setelah dibuka turun ke level 8.187,794.
IHSG bergerak terkoreksi tajam ke sekitar 4,5 bulan terendahnya, setelah pembekuan sementara dari MSCI akhir pekan lalu serta merosotnya emiten pertambangan dan emas, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Kospi di antara koreksi tajam harga emas dan perak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan loss oleh investor yang menghindari risiko.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,10% atau 17 poin ke level Rp 16.797, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun tipis setelah menanjak di sesi global sebelumnya; sempat rally oleh berita Kevin Warsh sebagai Chairman the Fed nantinya dan bangkit dari posisi oversold dalam sebelumnya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780, serta terpantau terkoreksi di hari ketiga pada level seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 141,812 poin (1,70%) ke level 8.187,794. Sedangkan indeks LQ45 turun 27,440 poin (3,38%) ke level 785,100. Siang ini IHSG tergerus tajam 442,442 poin (5,31%) ke level 7.887,164. Sementara LQ45 terlihat turun 3,98% atau 33,170 poin ke level 800,370.
Tercatat saat ini sebanyak 65 saham naik, 715 saham turun dan 33 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,12%, dan Hang Seng yang naik 0,54%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut terkoreksi tajam ke 4,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat setelah the Fed mempertahankan suku bunganya dan emas cetak rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap di zona merah dan mencari timing rebound, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group


