(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat terdukung pelemahan dolar AS.
Harga emas spot ditutup naik melonjak 3,91% pada $4.966,61 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak bulan April 2026 ditutup naik 1,85% pada $4.979,8 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari ini 9 Februari 2026 Naik Rp20.000; Harga Buyback Naik Rp28.000
Harga emas ditutup lebih tinggi terdukung pelemahan dolar AS, yang mendukung harga logam mulia.
Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Jumat tertekan penguatan pasar saham yang mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar AS.
Harga Emas juga didukung oleh permintaan aset safe haven di tengah mengenai risiko geopolitik di Iran, Ukraina dan Timur Tengah.
Harga Emas juga didukung dengan harapan penurunan suku bunga The Fed setelah serangkaian data tenaga kerja AS yang melemah. Pemutusan hubungan kerja di AS mencapai 108,4 ribu pada bulan Januari, tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2009, sementara klaim awal pengangguran meningkat menjadi 231 ribu dan data penggajian ADP meleset dari perkiraan. Serangkaian data ketenagakerjaan yang lebih lemah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini, dengan pasar mengincar langkah pertama pada bulan Juni.
Dinihari nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Waller, Miran dan Bostic.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik, jika pelemahan dolar AS berlanjut. Juga dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina juga Timur Tengah akan dapat meningkatkan permintaan safe haven untuk emas. Juga harapan penurunan suku bunga The Fed mendukung kenaikan harga emas. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menekan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.094-$5.208. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.768-$4.556.



