(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga naik pada hari Kamis menguatnya investasi berisiko pada pasar keuangan, sementara aluminium mencapai harga mendekati tertinggi 2 minggu setelah Australia South 32 mengatakan angin akan melanda di pabrik peleburan di Mozambique.
Harga tembaga kontrak tiga bulan di the London Metal Exchange naik 0.5% menjadi $13,247 per MT .
Gejolak harga tembaga di LME turun sejak harga mencapai rekor tertinggi di $14,527 per ton di 29 Januari karena pembelian spekulatif.
Harga masih naik 35% selama 6 bulan terakhir, kenaikan yang tertinggi tetapi sekarang fokus untuk posisi berimbang.
Menghadapi periode sepi selama libur 9 hari di Tahun Baru Imlek pertanyaan akan berapakah posisi dari Spekulan Cina bawa pada periode ini.
Permintaan fisik turun di Cina menjelang libur 9 hari dimulai tanggal 15 Februari.
Harga tembaga kontrak teraktif di the Shanghai Futures Exchange naik 0.4% menjadi 102,330 yuan per ton pada penutupan pasar hari Selasa
Harga aluminium mengalami kenaikan tertinggi di LME naik 1.4% di jam pasar menjadi $3,145.50 per ton harga tertinggi 30 Januari setelah Australia South32 S32 AX memastikan untuk melakukan perbaikan pabrik aluminiumnya di Mozambique pada bulan depan setelah kekeringan di pembangkit listriknya. Perhatian sekarang tertuju ke pasar aluminium dimana pasar sedang bullish.
Pengaruh pasar lain ke logam dimana pasar saham di Asia dan Eropa mencapai rekor tertinggi .
Harga nikel turun 1.2% menjadi $17,660 per ton karena profit taking, setelah hari Rabu sempat naik 2.2% setelah Indonesia memotong quota produksi tambang PT Weda Bay Nickel, tambang nikel terbesar dunia.
Harga logam lain di LME
Harga zinc naik 0.3% menjadi $3,417 per ton
Harga timbal naik 0.2% menjadi $1,996
Harga timah turun 1,2% menjadi $49,050
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $12,850 kemudian turun ke $12,740
Resistance pertama di $12,960 dan berikut ke $13,071
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



