(Vibiznews – Commodity) Harga perak bergerak turun pada hari Senin, di sesi perdagangan Asia, dalam volume perdagangan lesu karena libur pasar di AS, Tiongkok, dan negara-negara lain.
Harga perak spot bergerak merosot 3,08% pada $75 per ons.
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 bergerak merosot 3,09% pada $75,56.
Pelemahan harga perak dunia membuat harga perak antam ikut turun.
Harga perak antam hari ini Senin, 16 Februari 2026 turun Rp500 menjadi Rp48.250.
Sebelumnya pada hari Jumat, harga perak melonjak setelah data inflasi AS yang lemah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir tahun ini.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga Fed pada bulan Juli, dengan kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Juni.
Investor kini beralih ke risalah Fed terbaru dan laporan indeks harga PCE inti yang lebih disukai Fed untuk panduan lebih lanjut tentang prospek moneter AS.
Sementara itu, pasar Tiongkok daratan tutup minggu ini untuk libur Tahun Baru Imlek.
Harga perak mencapai puncaknya di atas $120 per ons pada akhir Januari sebelum jatuh ke sekitar $64 awal bulan ini karena sentimen berbalik.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak lemah seiring liburnya pasar AS dan Tiongkok. Namun dapat bergerak naik, jika ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina meningkat. Perlu diwaspadai juga aksi profit taking setelah harga perak naik tajam akhir pekan. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $74,72-$71,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $80,23-$82,50.



