Market Focus 23-27 Februari 2026: Komentar Pejabat Fed dan Laporan Kuartalan Nvidia

116

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor pada pekan ketiga bulan Februari (23-27 Februari) akan memantau laporan kuartalan perusahaan teknologi besar yaitu Nvidia yang akan mempengaruhi semua indeks bursa saham global.

Untuk data ekonomi hanya ada beberapa data AS yang sedikit mempengaruhi seperti harga produsen, harga perumahan, indikator kepercayaan konsumen, dan indikator utama dari bank-bank Federal Reserve regional.

Terkait dengan kebijakan moneter, pekan ini memantau pidato dari beberapa pejabat Fed serta Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) akan menetapkan suku bunga utamanya.

Pasar Amerika Serikat

  • Laporan kuartal keempat perusahaan besar akan terus mendorong sentimen pasar  seperti   Nvidia, Berkshire Hathaway, Salesforce, Keurig Dr Pepper, HP, Snowflake, Synopsys, The Trade Desk, Intuit, dan Baidu.
  • Untuk laporan ekonomi, perhatian akan terpusat pada laporan Indeks Harga Produsen AS pada hari Jumat. PPI utama diperkirakan akan naik 0,3% pada Januari, melambat dari kenaikan 0,5% pada Desember, sementara PPI inti diperkirakan meningkat 0,3% setelah lonjakan 0,7%.
  • Rilis penting lainnya seperti pesanan pabrik, indeks harga rumah Case-Shiller, kepercayaan konsumen Conference Board, dan indikator regional seperti Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed, PMI Chicago, dan Indeks Manufaktur Dallas Fed.
  • Dari sisi kebijakan moneter, dapat memantau pidato dari beberapa pejabat Fed, setelah risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve menyoroti perbedaan pendapat mengenai prospek suku bunga dan menimbulkan pertanyaan tentang laju potensi penurunan suku bunga.

Inggris

  • Fokus akan tertuju pada rilis data perdagangan distribusi CBI, sentimen konsumen GfK, dan harga rumah dari Nationwide.

Eurozone

  • Negara utama seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol akan merilis data inflasi awal Februari, dengan pertumbuhan harga Jerman diperkirakan akan melambat menuju target 2% Bank Sentral Eropa, bertahan di dekat 2,1% pada ukuran harmonisasi Uni Eropa.
  • Di Jerman, Indeks Iklim Bisnis Ifo diperkirakan naik ke level tertinggi empat bulan, sementara Indikator Iklim Konsumen GfK mungkin membaik untuk bulan kedua. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 6,3%, dengan jumlah pengangguran mendekati 3 juta.

Pasar Asia Pasifik

Pekan ini fokus pada beberapa laporan ekonomi dari;

  • Di Tiongkok, pasar akan dibuka kembali setelah libur  Tahun Baru Imlek yang  panjang, meskipun tidak ada rilis ekonomi utama yang dijadwalkan. Namun bank sentral Tiongkok akan mengumumkan kebijakan yang  diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama satu dan lima tahunnya tidak berubah masing-masing pada 3% dan 3,5%.
  • Di Jepang, Di Jepang, perhatian akan beralih ke produksi industri Januari yang diperkirakan melonjak 5,3%, penjualan ritel, pembangunan perumahan, dan pesanan konstruksi, bersamaan dengan data inflasi Tokyo untuk Februari. Di India, fokus akan beralih ke angka pertumbuhan PDB untuk kuartal terakhir.
  • Di Australia, akan melaporkan data inflasi, dengan tingkat tahunan kemungkinan akan turun menjadi 3,7% pada Januari dari 3,8% sebelumnya. Rilis tambahan meliputi pekerjaan konstruksi yang dilakukan pada kuartal keempat dan pengeluaran modal swasta.
  • Di Hong Kong, akan dirilis data inflasi, data neraca  perdagangan serta data akhir  PDB Q4-2025.