(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik tajam pada hari Senin terdukung pelemahan dolar AS dan ketegangan perdagangan.
Harga emas spot ditutup naik tajam 2,37% pada $5.227,79 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 berakhir naik tajam 2,85% pada $5.225,6 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari Selasa 24 Februari 2026 Meroket Rp40.000; Harga Buyback Meroket Rp41.000
Harga emas naik mencapai level tertinggi dalam 3 minggu terdukung pelemahan dolar AS yang berdampak positif bagi harga logam mulia.
Selain itu, tindakan Presiden Trump yang menandatangani perintah eksekutif untuk menaikkan tarif global menjadi 15% dari 10% yang awalnya diberlakukan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif “timbal balik” globalnya Jumat lalu, meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Demikian juga, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah Presiden Trump mengatakan Jumat lalu bahwa 10 hingga 15 hari adalah “hampir” batas waktu yang akan dia izinkan untuk pembicaraan tentang kesepakatan nuklir dengan Iran.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan dapat didukung peningkatan permintaan safe haven dengan adanya ketegangan AS-Iran, dan ketegangan perdagangan dengan adanya perintah eksekutif Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15%. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika terus melemah, akan menguatkan harga emas. Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.275-$5.322. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.144-$5.060.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.282-$5.338. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.145-$5.064.



