IHSG Selasa Pagi Sideways ke Level 8.397; Melandai Setelah Rally Signifikan

105
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (24/1), terpantau hampir flat dengan menguat tipis 1,375 poin (0,02%) ke level 8.397,457 setelah dibuka naik ke level 8.423.420.

IHSG bergerak sideways dan melandai setelah rally signifikan kemarin, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir tadi dalam koreksi oleh kekhawatiran investor atas disrupsi bisnis dari AI.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,24% atau 41 poin ke level Rp 16.831, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; agak rangebound di tengah dinamika setelah keputusan Supreme Court (MA) Amerika yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal AS serta meningkatnya tensi geopolitik Iran.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.790, serta terpantau dalam koreksi setelah rally Signifikan kemarin.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 27,338 poin (0,33%) ke level 8.423.420. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,920 poin (0,11%) ke level 848,680. Pagi ini IHSG menguat tipis 1,375 poin (0,02%) ke level 8.397,457. Sementara LQ45 terlihat naik 0,05% atau 0,450 poin ke level 847,300.

Tercatat saat ini sebanyak 191 saham naik, 377 saham turun dan 158 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir subuh tadi dengan ketiga indeks acuan utamanya dalam koreksi oleh kekhawatiran investor atas disrupsi bisnis atas berkembang pesatnya artificial intelligent (AI). Dow Jones tergelincir sampai 1,66%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,81%, dan Hang Seng yang merosot 1,28%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menguat cukup signifikan, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir bersama terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dalam dua zona, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group