(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (24/1), terpantau melemah 21,417 poin (0,26%) ke level 8.374,665 setelah dibuka naik ke level 8.423.420.
IHSG bergerak sideways konsolidasi di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir tadi dalam koreksi oleh kekhawatiran investor atas disrupsi bisnis dari AI.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.825, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; agak rangebound di tengah dinamika setelah keputusan Supreme Court (MA) Amerika yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal AS serta meningkatnya tensi geopolitik Iran.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.790, serta terpantau dalam koreksi setelah rally signifikan kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 27,338 poin (0,33%) ke level 8.423.420. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,920 poin (0,11%) ke level 848,680. Siang ini IHSG melemah 21,417 poin (0,26%) ke level 8.374,665. Sementara LQ45 terlihat turun 0,28% atau 2,450 poin ke level 845,350.
Tercatat saat ini sebanyak 237 saham naik, 417 saham turun dan 162 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,92%, dan Hang Seng yang merosot 2,02%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini sideways di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir bersama terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dalam dua zona, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



