(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (24/1), terpantau melemah signifikan 115.249 poin (1,37%) ke level 8.280,833 setelah dibuka naik ke level 8.423.420.
IHSG bergerak sideways lalu tergelincir menutup rally kemarin, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir tadi dalam koreksi oleh kekhawatiran investor atas disrupsi bisnis dari AI.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,18% atau 30 poin ke level Rp 16.820, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit setelah rangebound di tengah dinamika keputusan Supreme Court (MA) Amerika yang membatalkan tarif resiprokal AS serta meningkatnya tensi geopolitik Iran.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.790, serta terpantau dalam koreksi setelah rally signifikan kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 27,338 poin (0,33%) ke level 8.423.420. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,920 poin (0,11%) ke level 848,680. Siang ini IHSG melemah 21,417 poin (0,26%) ke level 8.374,665. Sementara LQ45 terlihat turun 0,28% atau 2,450 poin ke level 845,350.
IHSG kemudian meluncur turun dan ditutup melemah signifikan 115.249 poin (1,37%) ke level 8.280,833. Sementara LQ45 terlihat turun 1,22% atau 10,380 poin ke level 837,380. Tercatat saat ini sebanyak 153 saham naik, 567 saham turun dan 99 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,87%, dan Hang Seng yang merosot 1,82%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tergelincir menutup rally kemarin, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara ketidakpastian arah kebijakan tariff AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir bersama terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan di rentang konsolidasi dengan bias positif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



