Kenaikan Harga Minyak Sawit Acuan 25 Februari Dipangkas Rebound Ringgit

75
cpo

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia kembali merosot dengan moderat setelah sempat rebound kuat  pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (25/2/2026) oleh rebound uang Ringgit terhadap dolar AS.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup turun 0,05% menjadi sekitar MYR4.046, setelah sempat berada di  posisi MYR4.079.

Kenaikan awal sesi harga minyak sawit berjangka tersebut disupport oleh proyeksi peningkatan permintaan India sebagai konsumen utama.

Permintaan dari India diperkirakan akan pulih pada tahun 2026 di tengah peningkatan daya saing harga, dengan impor berpotensi mencapai 800.000 ton. Kenaikan juga diusmbang oleh lonjakan harga minyak mentah.

Namun, kenaikan terpangkas oleh kekhawatiran atas ekspor yang lesu meskipun Ramadan sedang berlangsung dan festival Idul Fitri yang akan datang. Dimana Surveyor kargo memperkirakan pengiriman untuk 1–20 Februari turun antara 8,9% dan 12,6% dari bulan sebelumnya.

Tekanan lebih lanjut berasal dari pasokan kedelai global yang melimpah dan meningkatnya ekspor minyak kedelai Tiongkok.