(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY rebound dari posisi terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (26/2/2026) merespon komentar hawkish Gubernur Bank of Japan.
Yen mengakhiri penurunan dua hari karena komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Ueda dilaporkan mengatakan bank sentral akan dengan cermat meninjau data ekonomi pada pertemuan Maret dan April sebelum memutuskan kenaikan suku bunga apa pun.
Komentar tersebut menyusul intervensi pemerintah Jepang dengan memasukkan 2 akademisi reflasionis ke dewan kebijakan bank sentral, memperkuat ekspektasi bahwa BOJ akan melanjutkan dengan hati-hati pengetatan lebih lanjut.
Sebelumnya yen terbebani oleh pemberitaan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang khawatir atas kenaikan suku bunga tambahan selama pertemuan dengan Ueda pekan lalu.
Sanae yang dikenal sebagai pro-stimulus menganjurkan kebijakan fiskal ekspansif dan pengaturan moneter yang lebih longgar, meninggalkan beberapa ketidakpastian atas laju normalisasi BOJ meskipun ada ekspektasi pengetatan kebijakan bertahap akhir tahun ini.
Secara teknikal pair USDJPY sedang meluncur menuju posisi support kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi semakin lemah.
Pair kini berada di posisi 155,74 dan sedang turun menuju 155,52, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak menembus 155.20, berpotensi berbalik naik ke posisi 156.43, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 158.46 | 157.64 | 156.98 | 156.17 | 155.52 | 154.70 | 154.05 |



