(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD mempertahankan penguatannya di kisaran tertinggi 4 tahun pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (1/5/2026) oleh optimisme prospek kebijakan suku bunga RBA pekan depan.
investor mengambil posisi menjelang keputusan kebijakan minggu depan dari Reserve Bank of Australia (RBA) dimana pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 bps ke 4,35%. Ekspektasi suku bunga sampai akhir tahun juga meningkat menjadi 4,60%.
Tekanan inflasi tetap menjadi perhatian utama di tengah penutupan Selat Hormuz, yang telah mengganggu rantai pasokan global. Tingkat inflasi tahunan Australia naik menjadi 4,6% pada bulan Maret, jauh di atas target bank sentral sebesar 2-3% dan tertinggi sejak pelaporan CPI bulanan dimulai pada tahun 2025.
Sementara itu laporan ekonomi pagi ini, data PMI manufaktur naik menjadi 51,3 pada bulan April, melampaui perkiraan awal 51 dan angka Maret sebesar 49,8. Harga produsen untuk permintaan akhir meningkat sebesar 0,4% secara kuartalan pada kuartal pertama tahun 2026, melambat dari kenaikan 0,8% pada kuartal sebelumnya dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,9%.
Secara teknikal pair mendaki ke posisi resisten kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan melanjutkan ke resisten lemahnya.
Kini pair berada di 0.7200 yang naik menuju posisi 0.7232 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten lemahnya di R2.
Namun jika tidak sampai ke 0.7225, pair berpotensi turun menuju posisi 0.7188 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7327 | 0,7265 | 0,7232 | 0,7170 | 0,7138 | 0,7074 | 0,7042 |



