(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir naik tajam pada hari Kamis terdukung pelemahan dolar AS.
Harga perak spot berakhir melonjak 3,42% pada $73,74.
Harga perak berjangka AS kontrak Mei 2026 berakhir melonjak 2,75% pada $73,53.
Kenaikan harga perak terdukung pelemahan indeks dolar jatuh yang ke level terendah dalam 1,5 minggu.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar -1% pada hari Kamis menurunkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, faktor bullish untuk logam mulia.
Demikian juga, penurunan imbal hasil obligasi global pada hari Kamis mendukung harga perak.
Namun ketegangan di Timur Tengah yang meningkat juga mendukung permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven karena AS dan Iran sama-sama mempertahankan blokade Selat Hormuz.
Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI AS bulan April yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat turun jika dolar AS berbalik naik dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran yang memicu permintaan safe haven dolar. Namun jika ketegangan AS-Iran terus meningkat dan memicu sentimen kelanjutan perang, akan meningkatkan permintaan safe haven perak. Juga jika harga minyak menurun, akan menguatkan harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $72,02-$70,30. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $74,69-$75,64.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $72,00-$70,46. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $74,46-$75,38.



