Forex USDJPY 10 Juni 2026: Yen Masih di Posisi Kritis Meski Inflasi Grosir Jepang Melonjak

66
nikkei yen

(Vibiznews – Forex) – Posisi mata uang yen Jepang terpantau bergerak stabil namun tetap tertahan di dekat level terlemahnya sejak Juli 2024 pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (10/06/2026).

Yen yang diperdagangkan di kisaran ¥160,30 per dolar AS, mengabaikan rilis data inflasi grosir domestik yang mencatatkan kenaikan signifikan.

Laporan terbaru menunjukkan Indeks Harga Produsen (IHP/Corporate Goods Price Index) Jepang melonjak 6,1% secara tahunan (year-on-year) pada bulan Mei. Angka ini naik tajam dari revisi bulan April sebesar 5,3% sekaligus melampaui ekspektasi pasar yang mematok angka 5,5%.

Lonjakan harga produsen yang menjadi rekor tercepat dalam tiga tahun terakhir ini utamanya dipicu oleh melambungnya harga energi akibat konflik di Timur Tengah serta efek akumulasi dari depresiasi nilai tukar yen.

Merespons data tersebut, spekulasi pasar kini semakin menguat bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ) akan terpaksa mengambil langkah hawkish dalam pertemuan kebijakan moneter minggu depan.

Para pelaku pasar kini memperkirakan potensi kenaikan suku bunga  pada minggu depan, kemungkinan akan diikuti oleh kenaikan lanjutan pada bulan September dan Desember demi mengurangi inflasi impor.

Namun, terlepas dari prospek pengetatan moneter BOJ, pasangan USDJPY tetap bertahan kokoh di atas level psikologis 160,00. Lebarnya selisih imbal hasil (yield spread) antara obligasi pemerintah AS dan Jepang masih menjadi motor utama yang menahan kejatuhan dolar AS menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) AS nanti malam.

Secara teknikal, USDJPY terjebak dalam fase konsolidasi ketat di area atas yang sangat sensitif. Pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang dari jebolnya batas rentang harian ini:

Skenario Bullish (Buy on Breakout): Jika dolar AS kembali mendapatkan momentum dan mendorong pair menembus ke atas 160,42, target kenaikan berikutnya berada di 160,55 (R1) hingga resisten kuat di 160,90 (R2).

Skenario Bearish (Sell on Breakdown): Jika pasar merespons ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ secara agresif atau terjadi intervensi lisan, penembusan ke bawah 160,20 akan membawa USDJPY menguji pivot 160,11 hingga ke area support kuat 159,68 (S1).

Secara teknikal, pair USDJPY sukses keluar dari fase konsolidasi ketatnya dan kini sedang mencapai posisi mendekati resisten harian baru. Tren kenaikan jangka pendek masih mendominasi pergerakan harga.

Pasangan saat ini bergerak di kisaran 160,32 dan berusaha mempertahankan posisinya di level atas pivot mingguan.

  • Skenario Naik: Jika pergerakan terus mempertahankan momentum di atas 160,16, pair berpotensi melanjutkan pendakian menuju  160,35 (R1)  hingga resisten kuat berikutnya di 160,72 (R2).
  • Skenario Turun: Jika terjadi aksi ambil untung atau terdapat rumor intervensi dadakan, pair dapat terkoreksi turun menuju  160,11. Jika menembus ke bawah level tersebut, pair USDJPY akan meluncur ke arah support kuat di 159,89 (S1).
R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
161,3 160,9 160,55 160,11 159,68 159,2 158,85