(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (9/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau merosot, meninggalkan gain dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,03% atau 5 poin ke level Rp 18.175 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.170. Rupiah terpantau mendekati rekor intraday terendahnya kemarin.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 18.170 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.175, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 18.175.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; surut dari 9 minggu tertingginya di tengah berhentinya saling serang Iran – Israel yang mengangkat permintaan aset berisiko kembali.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 99,90, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,01.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama terpantau menguat tajam 257,604 poin (4,82%) ke level 5.599,741, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat setelah Iran dan Israel menghentikan serangan mereka, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dalam bias gain dipimpin sektor teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.180 – Rp17.840.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting





