(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (9/6), terpantau rebound tajam 257,604 poin (4,82%) ke level 5.599,741 setelah dibuka naik ke level 5.371.000.
IHSG bergerak rebound kuat dari sekitar 5,5 tahun lebih terendahnya kemarin, dipimpin bangkitnya saham-saham big caps termasuk perbankan, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat setelah Iran dan Israel menghentikan serangan mereka, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dalam bias gain dipimpin sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,03% atau 5 poin ke level Rp 18.175, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; surut dari 9 minggu tertingginya di tengah berhentinya saling serang Iran – Israel yang mengangkat permintaan aset berisiko kembali.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.170, serta terpantau mendekati rekor intraday terendahnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 28,863 poin (0,54%) ke level 5.371.000. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,210 poin (0,23%) ke level 528,290. Siang ini IHSG menguat tajam 257,604 poin (4,82%) ke level 5.599,741. Sementara LQ45 terlihat naik 6,12% atau 32,270 poin ke level 559,350.
Tercatat saat ini sebanyak 603 saham naik, 118 saham turun dan 92 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,05%, dan Hang Seng yang turun 0,15%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bangkit dari oversold area dalamnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat setelah Iran dan Israel menghentikan serangan mereka, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dalam bias gain dipimpin sektor teknologi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.286 dan 6.459. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






