(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (10/8), terpantau terkoreksi 44,280 poin (0,69%) ke level 6.365,374 setelah dibuka naik ke level 6.440.697.
IHSG bergerak terkoreksi dari sekitar 11 minggu tertingginya kemarin, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat oleh estimasi kenaikan suku bunga the Fed yang melambat di antara investor memerhatikan perkembangan pembukaan Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dan S&P 500 membukukan rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat tajam 0,73% atau 130 poin ke level Rp 17.755, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, berupaya bangkit dari level 6 minggu terendahnya setelah tertekan data lapangan kerja AS yang menurun dan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.885, serta terpantau bullish di area 7,5 minggu tertingginya, di tengah berita Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 30,943 poin (0,48%) ke level 6.440.697. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,160 poin (0,34%) ke level 642,450. Siang ini melemah 31,255 poin (0,49%) ke level 6.378,399. Sementara LQ45 terlihat turun 4,920 poin (0,77%) poin ke level 635,370.
IHSG kemudian fluktuatif terkoreksi dan ditutup melemah 44,280 poin (0,69%) ke level 6.365,374. Sementara LQ45 terlihat turun 0,96% atau 6,160 poin ke level 634,130. Tercatat saat ini sebanyak 287 saham naik, 329 saham turun dan 180 saham stagnan.
Sedangkan, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,08%, dan Hang Seng yang naik 1,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari level 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat oleh estimasi kenaikan suku bunga the Fed yang melambat, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dan S&P 500 pada rekor baru.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dan diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,212 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






