(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (26/2), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau balik menguat, melepaskan loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.755 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780. Rupiah terpantau menguat di hari keduanya ke level sebulan tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.805 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.808, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.755.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; lanjut terkoreksi di tengah investor mencermati perkembangan kebijakan tariff AS yang menjadi 15% namun perlu persetujuan Kongres AS.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 97,60, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,64.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama melemah 67,044 poin (0,81%) ke level 8.255,183, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed menguat dengan Nikkei kembali membukukan rekor baru dalam sentimen “Takaichi trade” yang pro-growth, serta mengikuti Wall Street yang berakhir kompak menguat didorong sektor teknologi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.928 – Rp16.718.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



