(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (9/7), terpantau menguat 12,325 poin (0,21%) ke level 5.885,697 setelah dibuka turun ke level 5.865.768.
IHSG bergerak di dua zona dalam rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah memanasnya tensi geopolitik Iran yang menaikkan harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang semalam serempak berakhir mixed bias terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah signifikan 0,52% atau 93 poin ke level Rp 18.083, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya, bergerak tertahan di antara gejolak geopolitik Timur Tengah dan pasar mencerna perbedaan pandangan dalam minutes the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.990, serta terpantau terkoreksi di hari keempat ke sekitar sebulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 7,604 poin (0,13%) ke level 5.865.768. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,770 poin (0,30%) ke level 581,110. Siang ini menguat 12,325 poin (0,21%) ke level 5.885,697. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 0,610 poin ke level 583,490.
Tercatat saat ini sebanyak 319 saham naik, 268 saham turun dan 199 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,32%, dan Hang Seng yang turun 0,78%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif dalam rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah melemah di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir mixed bias terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di rentang konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







