(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak naik pada hari Kamis terdukung harapan permintaan.
Harga gandum berjangka kontrak Mei 2026 bergerak naik 0,20% pada $5.7090 per bushel.
Ekspektasi penjualan berada di sekitar 325 ribu ton dibandingkan 288 ribu ton minggu lalu, dengan hanya 123 ribu ton yang dibutuhkan untuk tetap selaras dengan target USDA. Ekspor AS sudah mencapai 92% dari proyeksi USDA.
Sementara itu, SovEcon sedikit memangkas perkiraan ekspor gandum Rusia untuk tahun 2025–2026 menjadi 45,4 juta ton karena daya saing yang lebih lemah dibandingkan Uni Eropa, sementara menaikkan prospeknya untuk tahun 2026–2027.
Indonesia berjanji untuk meningkatkan pembelian gandum AS berdasarkan kesepakatan perdagangan yang direvisi, meskipun para pedagang mempertanyakan apakah volume yang ditargetkan dapat sepenuhnya tercapai.
Aljazair membeli sekitar 600.000 MT gandum dalam tender pada hari Selasa
Namun harga gandum masih menghadapi sentimen peningkatan pasokan.
Hujan yang diprediksi masih akan menuju dataran selatan mulai hari Minggu, meningkatkan prospek gandum musim dingin.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gandum akan bergerak naik dengan harapan permintaan. Namun perlu diwaspadai masih meningkatnya pasokan gandum. Harga gandum diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.75-$5.78. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.68-$5.64.



