(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir melonjak tajam pada hari Senin, terpicu kekhawatiran bahwa biaya pengiriman yang lebih tinggi akan membatasi ekspor kakao dan pasokan.
Harga kakao berjangka kontrak Mei 2026 ditutup melonjak 4,61% pada $3.021 per ton.
Perang Israel-AS menghadapi Iran di Timur Tengah telah menghentikan sebagian besar lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, meningkatkan tarif pengiriman global, asuransi, dan biaya bahan bakar, sehingga meningkatkan biaya importir kakao.
Melambatnya pengiriman kakao ke pelabuhan di Pantai Gading juga mendukung harga. Data kumulatif hari Senin dari Pantai Gading menunjukkan bahwa petani Pantai Gading mengirimkan 1,34 juta metrik ton kakao ke pelabuhan pada tahun pemasaran saat ini (1 Oktober 2025 hingga 1 Maret 2026), turun -3,6% dari 1,39 juta metrik ton pada periode yang sama tahun lalu.
Namun harga kakao masih dibayangi sentimen peningkatan pasokan.
Organisasi Kakao Internasional (ICCO) menaikkan perkiraan surplus kakao global 2024/25 menjadi 75.000 MT dari perkiraan November sebesar +49.000 MT, surplus pertama dalam empat tahun. ICCO juga memperkirakan produksi kakao global pada 2024/25 akan meningkat sebesar +8,4% y/y menjadi 4,7 juta MT.
Harga kakao berada di tengah tren penurunan selama tujuh minggu, dengan kakao kontrak New York jatuh ke level terendah dalam 2,75 tahun pada Jumat lalu di tengah pasokan global yang kuat dan permintaan yang lesu.
Pada 29 Januari, StoneX memperkirakan surplus kakao global sebesar 287.000 MT pada musim 2025/26 dan surplus 267.000 MT untuk 2026/27.
Selain itu, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) melaporkan pada 23 Januari bahwa stok kakao global naik +4,2% y/y menjadi 1,1 juta metrik ton.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Williams dan Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao dapat terdukung kekhawatiran gangguan distribusi pasokan akibat perang di Timur Tengah. Juga jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.901-$2.781. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.086-$3.151.



