Rekomendasi Harga Gula 3 Maret 2026 : Naik Mengikuti Lonjakan Minyak Mentah

360

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York ditutup naik pada hari Senin, terdorong kenaikan harga minyak mentah.

Harga gula berjangka kontrak Mei 2026 ditutup naik 0,14% pada 13,91 sen per pon.

Harga minyak mentah berjangka WTI melonjak lebih dari +6% ke level tertinggi 8,25 bulan pada hari Senin, yang menguntungkan harga etanol dan dapat mendorong produsen gula dunia untuk mengalihkan lebih banyak penggilingan tebu ke produksi etanol daripada gula, sehingga mengurangi pasokan gula.

Namun kenaikan harga gula dibatasi dengan meningkatnya pasokan global gula.

Pada tanggal 12 Februari, harga gula anjlok ke level terendah dalam 5,25 tahun terakhir karena kekhawatiran bahwa surplus gula global akan terus berlanjut.

Pada tanggal 11 Februari, analis dari perusahaan perdagangan gula Czarnikow mengatakan mereka memperkirakan surplus gula global sebesar 3,4 juta metrik ton pada tahun panen 2026/27, setelah surplus 8,3 juta metrik ton pada tahun 2025/26.

Selain itu, Green Pool Commodity Specialists pada 29 Januari mengatakan bahwa mereka memperkirakan surplus gula global sebesar 2,74 juta metrik ton (MMT) untuk tahun 2025/26 dan surplus sebesar 156.000 MMT untuk tahun 2026/27.

Sementara itu, StoneX pada 13 Februari mengatakan bahwa mereka memperkirakan surplus gula global sebesar 2,9 MMT pada tahun 2025/26.

Jumat lalu, Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan surplus gula sebesar +1,22 MMT (juta metrik ton) pada tahun 2025-26, di bawah proyeksi sebelumnya sebesar +1,63 MMT. Hal ini menyusul defisit -3,46 MMT pada tahun 2024-25. ISO mengatakan surplus tersebut didorong oleh peningkatan produksi gula di India, Thailand, dan Pakistan.

ISO memperkirakan peningkatan produksi gula global sebesar +3,0% y/y menjadi 181,3 juta MMT pada tahun 2025-26.

Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Williams dan Kashkari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik mengikuti lonjakan harga minyak mentah akibat perang di Timur Tengah. Namun jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 14,17-14,44. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 13,76-13,62.