(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (4/3), terpantau merosot tajam 343,192 poin (4,32%) ke level 7.596,675 setelah dibuka turun ke level 7.843.023.
IHSG bergerak melanjutkan bearish-nya di hari keempat ke 5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dengan Kospi jatuh sampai 7% di tengah berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan tertekan di pasar yang volatile.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,27% atau 46 poin ke level Rp 16.900, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melaju 2 hari sesi global sebelumnya; rally di sekitar 6 minggu terkuatnya di antara meningkatnya permintaan safe haven dunia.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.854, serta terpantau tergelincir di hari keempat ke sekitar 1,5 minggu terlemahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG Melemah 96,744 poin (1,22%) ke level 7.843.023. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,290 poin (0,41%) ke level 802,310. Siang ini IHSG melemah tajam 343,192 poin (4,32%) ke level 7.596,675. Sementara LQ45 terlihat turun 4,19% atau 33,740 poin ke level 771,860.
Tercatat saat ini sebanyak 63 saham naik, 713 saham turun dan 37 saham stagnan.
Sementara itu, Sedangkan, bursa regional siang ini terpantau merah membara, di antaranya Nikkei yang merosot 3,81%, dan Hang Seng yang turun 2,92%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan aksi jual dalam pasar bearish di hari keempatnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dengan Kospi jatuh sampai 8% di tengah berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan tertekan.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bearish di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.133 dan 8.245. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,481 dan bila tembus ke level 7,344.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



