(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin sore ini (9/3), terpantau amblas 248,318 poin (3,27%) ke level 7.337,369 setelah dibuka turun ke level 7.299.685.
IHSG bergerak bearish kuat ke level 7,5 bulan terendahnya sejak Juli 2025, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah dipimpin Nikkei di tengah melejitnya harga minyak dunia ke atas $100 per barrel oleh konflik perang Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan ketiga indeks acuannya berakhir kembali terkoreksi setelah juga rilis tenaga kerja AS yang mengecewakan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,35% atau 60 poin ke level Rp 16.970, dengan dollar AS di pasar uang Eropa rally setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; kuat di sekitar 3,5 bulan tertingginya di tengah naiknya permintaan sebagai safe haven oleh berlanjutnya konflik perang di Timur Tengah.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.910, serta terpantau terkoreksi di hari keduanya ke level 6,5 minggu terendahnya, dekat dengan area rekor terlemahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 286,002 poin (3,77%) ke level 7.299.685. Sedangkan indeks LQ45 turun 22,310 poin (2,87%) ke level 753,740. Siang ini IHSG merosot 264,615 poin (3,49%) ke level 7.321,072. Sementara LQ45 terlihat turun 3,61% atau 27,980 poin ke level 748,070.
IHSG kemudian agak melandai di zona merah dan ditutup merosot 248,318 poin (3,27%) ke level 7.337,369. Sementara LQ45 terlihat turun 3,28% atau 25,470 poin ke level 750,580. Tercatat saat ini sebanyak 68 saham naik, 708 saham turun dan 41 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau di zona merah, di antaranya Nikkei yang merosot 5,20%, dan Hang Seng yang menurun 1,35%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bearish tajam ke oversold area sekitar 7,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya anjlok dipimpin Nikkei di tengah melejitnya harga minyak dunia ke atas $100 per barrel oleh konflik perang Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan kembali terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bearish namun berupaya rebound teknikal, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.897 dan 8.134. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,156 dan bila tembus ke level 7,026.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



