Rekomendasi Harga Minyak 10 Maret 2026 : Mencermati Perkembangan Perang Timur Tengah

86

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Senin akibat perang di Timur Tengah, dimana Israel membom 30 depot minyak Iran, dan Arab Saudi membatasi produksi karena fasilitas penyimpanan minyak lokal hampir penuh.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup melonjak 4,26% pada $94,77 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melonjak 6,76% pada $98,96 per barel.

Harga minyak turun kembali dari kenaikan yang lebih tajam setelah para menteri keuangan G7 bertemu dan mengatakan mereka siap untuk mengoordinasikan pelepasan pasokan minyak strategis, tetapi pelepasan tersebut belum diperlukan.

Kekhawatiran penutupan Selat Hormuz telah menghentikan sebagian besar pengiriman energi dari Teluk Persia dan berdampak positif pada harga energi. Korps Garda Revolusi Islam Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak berlayar melalui jalur tersebut, dengan mengatakan bahwa kapal-kapal “dapat berisiko terkena rudal atau drone liar.”

Penutupan Selat Hormuz, yang menangani seperlima minyak dunia, telah memaksa produsen Teluk yang tidak dapat mengekspor minyak mereka untuk menimbun minyak mentah di tangki penyimpanan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan mencermati perkembangan perang Timur Tengah, yang jika ketegangan mereda, akan memicu peningkatan pasokan dan menurunkan harga minyak. Tapi jika ketegangan perang terus meningkat, akan menguatkan harga minyak. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang dapat mempengaruhi harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $77,48-$60,19. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $115,77-$136,77.