(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Rabu terdukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah jangka 10 tahun, yang mendukung perbedaan suku bunga dolar.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,33% pada 99,25.
Kenaikan dolar AS juga terdukung kenaikan +4,6% pada harga minyak mentah WTI pada hari Rabu bersifat hawkish bagi kebijakan Fed.
Rilis data Inflasi AS pada hari Rabu sesuai dengan ekspektasi pasar dan netral untuk dolar. CPI Februari naik +0,3% m/m dan +2,4% y/y, sementara CPI inti Februari naik +0,2% m/m dan +2,5% y/y. Laporan CPI utama sebesar +2,4% y/y hanya 0,1 poin di atas titik terendah 5 tahun yang tercatat pada April 2025, sementara CPI inti hari ini sebesar +2,5% y/y sesuai dengan titik terendah 5 tahun yang tercatat dalam dua bulan sebelumnya. Meskipun angka CPI berada pada atau mendekati titik terendah 5 tahun, angka tersebut masih di atas target Fed sebesar +2%.
Tekanan inflasi terjadi karena lonjakan harga minyak dan bahan bakar baru-baru ini yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.
Harga minyak WTI naik +4,6% pada hari Rabu karena volatilitas di pasar minyak terus berlanjut. Harga minyak WTI melonjak hingga mencapai level tertinggi 3,75 tahun sebesar $119,48 pada hari Senin setelah Israel membom 30 depot bahan bakar di Iran, tetapi sejak itu turun kembali ke kisaran $87 per barel setelah Presiden Trump mengklaim perang Iran akan segera berakhir.
Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan FOMC berikutnya pada tanggal 17-18 Maret adalah 0%.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims minggu lalu AS, yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik mencermati perkembangan perang Timur Tengah, yang jika masih berlangsung dan memicu ketegangan geopolitik, akan memicu permintaan safe haven. Juga akan mencermati harga minyak, jika kembali melonjak, akan menguatkan ekspektasi inflasi yang dapat menguatkan dolar AS. Namun jika data Initial Jobless Claims minggu lalu AS terealisir naik, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,86-98,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,46-99,68.



