(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD kembali melemah masuki hari ketiga berturut pada perdagangan forex Asia hari Kamis (12/3/2026) di tengah momentum laju dolar AS.
Pair GBPUSD terus melemah karena meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong penguatan safe haven seperti dolar AS. Kekhawatiran inflasi pasca lonjakan harga minyak terus mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi dan menguntungkan dolar AS.
Sentimen memburuk dikarenakan tidak ada tanda-tanda signifikan berakhirnya konflik di Timur Tengah, pemerintah Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan operasi gabungan dengan Hizbullah Lebanon terhadap target di Israel, Yordania, dan Arab Saudi.
Sementara itu, laporan bahwa dua kapal tanker diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait memicu kenaikan harga minyak mentah yang mengancam prospek inflasi.
Secara teknikal, pair meluncur menembus support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi berbalik arah.
Kini pair berada di posisi 1.3366 yang sedang turun menuju posisi 1.3354, jika tembus lanjut ke support pelemahan selanjutnya.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3350 akan berbalik arah dan mendaki menuju 1.3412, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3510 | 1,3482 | 1,3446 | 1.3418 | 1.3380 | 1.3354 | 1.3316 |



