(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun mencapai titik terendah dalam 4 minggu dan berakhir merosot pada hari Selasa, tertekan kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi global.
Harga emas spot ditutup merosot 1,80% pada $4.597,07 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak bulan Juni 2026 ditutup merosot 1,82% pada $4.608,4 per ons.
Demikian juga, kenaikan harga minyak mentah sebesar +3% pada hari Selasa, yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung, meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.
Namun kerugian emas dibatasi ketegangan di Timur Tengah yang meningkat berdampak positif terhadap permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven karena AS dan Iran sama-sama mempertahankan blokade Selat Hormuz.
Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Maret AS yang diindikasikan meningkat. Juga akan dirilis data Building Permits Februari-Maret AS dan Housing Starts Februari-Maret AS, yang keduanya diperkirakan menurun.
Pada Kamis dinihari nanti juga akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diindikasikan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran. Juga jika The Fed terealisir mempertahankan suku bunga tidak berubah, akan menguatkan dolar AS dan menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.746-$4.784. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.665-$4.622.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.545-$4.482. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.694-$4.780.



