(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD retreat dari posisi tertinggi sejak Mei 2022 pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (12/3/2026) tertekan oleh kuatnya sentimen safe haven yang memperkuat dolar AS.
Kekhawatiran tentang kenaikan inflasi akibat perang Iran meningkatkan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat dolar AS.
Seiring berlanjutnya perang AS-Israel di Iran, harga minyak mentah naik lebih dari 6% sebagai reaksi terhadap laporan bahwa dua kapal tanker diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait.
Hal ini menambah kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari Timur Tengah dan meredam selera investor terhadap aset yang lebih berisiko, yang meningkatkan permintaan aset safe-haven dan mendorong aksi ambil untung di sekitar pasangan AUDUSD.
Namun dari sisi kebijakan moneter RBA, kenaikan suku bunga diperkirakan akan segera terjadi minggu depan. Kondisi ini membatasi tekanan jual dari pair AUDUSD.
Secara teknikal pair meluncur menembus area support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan konsolidasi bias positif.
Kini pair berada di 0.7174 yang naik kembali ke posisi 0.7184 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak tembus 0.7020, pair berbalik turun menuju posisi support kuat di 0.7012 dan jika tembus lanjut ke S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7288 | 0,7225 | 0,7172 | 0,7112 | 0,7056 | 0,6998 | 0,6942 |



