Rekomendasi Harga Kopi Arabika 12 Maret 2026 : Mencermati Cuaca dan Pergerakan Dolar AS

131

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun terpicu cuaca hujan di Brasil yang diperkirakan akan turun di daerah-daerah penghasil kopi utama.

Harga kopi arabika berjangka berakhir merosot 2,84% menjadi $2,8740 per pon.

Harga kopi arabika juga tertekan oleh meningkatnya persediaan ICE. Persediaan arabika yang dipantau ICE naik ke level tertinggi 5 bulan sebesar 564.626 kantong pada hari Selasa tetapi sedikit turun menjadi 552.192 kantong pada hari Rabu. Persediaan kopi robusta ICE mencapai level tertinggi 3,5 bulan sebesar 4.721 lot pada tanggal 3 Maret tetapi sejak itu turun kembali menjadi 4.563 lot pada hari Rabu.

Harga kopi arabika berjangka New York telah kehilangan lebih dari setengah kenaikan yang terlihat minggu lalu dan hingga hari Senin karena perang Timur Tengah, yang telah menutup Selat Hormuz dan menyebabkan masalah pengiriman global. Penutupan jalur air tersebut telah meningkatkan tarif pengiriman global, asuransi, dan biaya bahan bakar, serta menaikkan biaya bagi importir dan pemanggang kopi.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims minggu lalu AS, yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika akan menghadapi sentimen bearish cuaca hujan di Brasil. Namun akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika data Initial Jobless Claims minggu lalu AS terealisir meningkat, akan menekan dolar AS dan menguatkan Real Brasil, maka akan menguatkan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2,83-$2,78. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $2,93-$2,99.