Poundsterling Terjun ke Terendah 3 Bulan Lebih oleh Buruknya Data PDB Inggris

142
Vibizmedia Photo

(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terjun ke posisi terendah sejak awal Desember 2025 pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (13/3/2026) merespon data PDB Inggris bulan Januari 2026 dan meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah.

Data dari ONS menunjukkan bahwa PDB Inggris stagnan pada Januari, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 0,2% pertumbuhan bulanan. Sektor jasa tidak mencatat pertumbuhan, sementara produksi menurun sebesar 0,1%.

Sementara itu, meningkatnya ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran mendorong harga minyak di atas $100 per barel karena konflik tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Lonjakan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang kembali meningkat di Inggris.

Terlepas dari prospek pertumbuhan yang lemah, meningkatnya risiko inflasi berarti Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap lebih lama, dengan kemungkinan pengetatan lebih lanjut.

Secara teknikal, pair meluncur menuju support lemahnya  dan  menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi fluktuatisi di kisaran supportnya.

Kini pair berada di posisi 1.3244 yang sedang turun menuju posisi  1.3230, jika tembus lanjut ke support selanjutnya di kisarsan 1.3200.

Namun jika tidak sampai tembus 1.3230 akan berbalik arah dan mendaki menuju  1.3362, jika tembus lanjut  ke resisten kuatnya di R1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3480 1,3442 1,3396 1.3364 1.3312 1.3282 1.3230