(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (27/3), terpantau melemah cukup signifikan 81,057 poin (1,13%) ke level 7.083,034 setelah dibuka naik ke level 7.311.976.
IHSG bergerak tertekan di hari keduanya mengikuti sentimen regional, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dipimpin Kospi di tengah ketidakpastian perkembangan negosiasi perang Iran, sementara Trump menyatakan memperpanjang penundaan serangan infrastruktur energi Iran selama 10 hari lagi, serta mencermati Wall Street yang bergerak volatile dan berakhir merosot.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih agak mendatar dengan melemah terbatas 0,05% atau 8 poin ke level Rp 16.898, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan rally 3 harinya di tengah surutnya harapan gencatan senjata perang Iran yang mengangkat permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.890, serta terpantau dekat dengan 2 minggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 40,920 poin (0,57%) ke level 7.123.171. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,420 poin (0,06%) ke level 746,870. Pagi ini IHSG melemah 81,057 poin (1,13%) ke level 7.083,034. Sementara LQ45 terlihat turun 1,58% atau 11,590 poin ke level 720,140.
Tercatat saat ini sebanyak 176 saham naik, 383saham turun dan 163 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup dini hari tadi dengan serempak merosot oleh ketidakpastian informasi perkembangan negosiasi perang Iran, walau kemudian Trump menyatakan akan memperpanjang penundaan serangan sampai 6 April, yang mengangkat perdagangan pasar berjangka berikutnya. Dow Jones berakhir turun 1%, S&P 500 melemah 1,74%, serta Nasdaq merosot 2,38%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,82%, dan Hang Seng yang turun 0,16%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dipimpin Kospi di tengah ketidakpastian perkembangan negosiasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang volatile dan berakhir merosot.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



