Rekomendasi Forex Dolar AS 9 April 2026 : Dapat Tertekan Gencatan Senjata AS-Iran dan Pelemahan Data Ekonomi

128

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Rabu setelah gencatan senjata AS dan Iran, yang menurunkan permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,76% pada 98,93.

Demikian juga, kenaikan pasar saham pada hari Rabu mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Ditambah lagi, penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari Rabu telah menurunkan dolar AS.

Risalah rapat FOMC tanggal 17-18 Maret bersifat netral untuk dolar. Risalah tersebut menyatakan bahwa “Sebagian besar peserta menilai bahwa risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan lapangan kerja meningkat, dan sebagian besar peserta mencatat bahwa risiko-risiko ini telah meningkat seiring dengan perkembangan di Timur Tengah.”

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada rapat FOMC tanggal 28-29 April sebesar 1%.

Malam nanti akan dirilis berbagai data penting :
– Core PCE Price Index Februari AS, yang secara bulanan diindikasikan tetap, secara tahunan diindikasikan menurun
– GDP Growth Rate QoQ Final Q4 AS yang diindikasikan menurun
– Personal Income Februari AS, yang diindikasikan menurun
– Personal Spending Februari AS, yang diindikasikan meningkat
– Initial Jobless Claims AS minggu lalu, yang diindikasikan meningkat

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan berlangsungnya gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu. Juga jika data ekonomi AS terealisir turun dan data Jobless Claims terealisir naik, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,49-98,06. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,17-99,42.