Rekomendasi Forex Dolar AS 10 April 2026 : Terbebani Pelemahan Data Ekonomi dan De-eskalasi Perang; Dapat Terangkat Kenaikan Inflasi

159

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar berakhir turun hari Kamis tertekan pelemahan data ekonomi AS.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,27% pada 98,79.

Dolar AS terbebani data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan.

PDB kuartal keempat direvisi lebih rendah dari yang diperkirakan, pendapatan dan pengeluaran pribadi Februari naik kurang dari yang diperkirakan, dan klaim pengangguran mingguan naik lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 8 minggu.

PDB AS kuartal keempat direvisi turun menjadi +0,5% (kuartal ke kuartal tahunan), lebih lemah dari ekspektasi tidak ada perubahan pada +0,7%, karena konsumsi pribadi kuartal keempat direvisi lebih rendah menjadi 1,9% dari yang dilaporkan sebelumnya sebesar 2,0%.

Pengeluaran pribadi AS Februari naik +0,5% m/m, lebih lemah dari ekspektasi +0,6% m/m. Pendapatan pribadi bulan Februari secara tak terduga turun -0,1% m/m, lebih lemah dari ekspektasi +0,3% m/m dan merupakan penurunan pertama dalam sembilan bulan.

Klaim pengangguran awal mingguan AS naik +16.000 menjadi level tertinggi 8 minggu di angka 219.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi 210.000.

Dolar AS jatuh ke level terendahnya dengan harapan de-eskalasi perang di Timur Tengah ketika Axios melaporkan bahwa negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon akan dimulai minggu depan di Washington.

Pelemahan dolar AS terbatas terpicu keraguan tentang keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran membebani pasar saham dan meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah WTI meningkatkan ekspektasi inflasi, yang mengindikasikan kebijakan Fed yang agresif, dan mendukung dolar.

Pasar swap memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga +25 basis poin pada pertemuan FOMC 28-29 April sebesar 2%, dengan peluang sebesar 2%.

Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti bulan Maret AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan pelemahan data ekonomi AS dan de-eskalasi perang Timur Tengah. Namun jika malam nanti data Inflasi dan Inflasi Maret AS terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,56-98,32. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,09-99,38.