IHSG Rebound, Rupiah Rekor Terendah; Perhatian ke Gencatan Senjata — Domestic Market Outlook, 13-17 April 2026

168
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu mixed, dengan IHSG rebound signifikan namun rupiah tergelincir ke rekor terendah barunya.
  • Cadangan devisa Indonesia pada Maret dilaporkan BI tetap tinggi sebesar 148,2 miliar dolar AS.
  • Sentimen global saat ini tetap sekitar konflik Timur Tengah, termasuk hasil pembicaraan diplomatik AS – Iran yang nampaknya belum ada kesepakatan, volatilitas harga minyak mentah dunia, perkembangan gencatan senjata dua minggu ini.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah rilis penjualan ritel Februari pada hari Senin nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 13-17 April 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound signifikan ke level sebulan lebih tertingginya, bangkit dari 9 bulan terendahnya, searah dengan sentimen regional saat diumumkan gencatan senjata dua minggu perang Iran walaupun dipandang rapuh. Perdagangan melaju dipimpin kenaikan sektor bahan baku serta saham perbankan besar. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya bias menguat, di tengah harapan meredanya konflik perang Timur Tengah, meskipun investor melihatnya rapuh dan tetap waspada. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 6,14%, atau 431,714 poin, ke level 7.458,496.

Untuk minggu berikutnya (13-17 April 2026) IHSG kemungkinan akan tertahan di resistant-nya dan berbalik arah, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.766 dan 8.134. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,019 dan bila tembus ke level 6,917.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu berakhir melemah pada rekor terendahnya yang baru. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 100 poin atau 0,59% ke level Rp 17.090 per USD. Sementara, dollar global terpantau tertekan ke 5 minggu terendahnya menjelang pembicaraan diplomasi AS – Iran di Pakistan serta investor melepas dollar sebagai safe haven, yang mungkin akan berubah arah lagi pekan mendatang.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih uptrend dengan konsolidasi sebentar, atau kemungkinan rupiah bias terkoreksi ke sekitar rekor terendah sepanjang sejarahnya, dalam range antara resistance di level Rp17.115 dan Rp17.150, sementara support di level Rp16.950 dan Rp16.812.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun tajam yield obligasi dan berakhir ke level 6,548% pada akhir pekan. Sementara yields US Treasury terpantau menurun di minggu keduanya.

===

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 dilaporkan Bank Indonesia sebagai tetap tinggi sebesar 148,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2026 sebesar 151,9 miliar dolar AS.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 122,9.

===

 

Fluktuasi pasar investasi di tahun ini kelihatannya terus saja bergejolak (volatile), bahkan termasuk relatif tajam. Dinamikanya tidak pernah habis. Bagi yang awam, periode seperti ini acapkali mendatangkan salah posisi dan selanjutnya kerugian. Tapi bagi trader yang professional, justru ini periode yang menarik karena berpeluang mendatangkan banyak profit.

Kata kuncinya ada dua untuk memenangkan pasar investasi ini: belajar dan rajin monitor. Keduanya bisa didapat dari vibiznews.com. Terimakasih, semoga sukses investasi Anda bertambah-tambah, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting