IHSG Rabu Pagi Menguat Tipis ke Level 7.572; Bursa Asia Mixed, Gencatan Senjata Diperpanjang

101
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (22/4), terpantau menguat terbatas 12,892 poin (0,17%) ke level 7.572,272 setelah dibuka turun ke level 7.543.469.

IHSG bergerak fluktuatif di dua zona dari koreksi sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor baru, setelah Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata di tengah tensi konflik Timur Tengah yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi kembali.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini flat dengan menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 17.137, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan dari kenaikannya di tengah optimisnya investor atas kemungkinan kesepakatan perang Iran.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.140, serta terpantau tetap di sekitar level rekor terendahnya yang terakhir.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 23,891 poin (0,32%) ke level 7.535.489. Sedangkan indeks LQ45 turun 7,660 poin (1,03%) ke level 736,010. Pagi ini IHSG menguat 12,892 poin (0,17%) ke level 7.572,272. Sementara LQ45 terlihat turun 0,22% atau 1,670 poin ke level 742,000.

Tercatat saat ini sebanyak 351 saham naik, 215 saham turun dan 178 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan terkoreksi secara terbatas di tengah tensi dari Selat Hormuz serta gencatan senjata yang diperpanjang Trump. Dow Jones berakhir turun 0,59%, S&P 500 melemah 0,63%, serta Nasdaq menurun 0,59%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,51%, dan Hang Seng yang turun 1,32%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi setelah konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah harapan investor akan tercapainya resolusi atas konflik Timur Tengah walaupun tensi masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi terbatas

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan berkonsolidasi, tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group